Calon Mertua Tendang Calon Menantu Saat Akad Nikah

  • Update Kamis, 14 Oktober 2021
  • Nasional
  • Dilihat : 880 kali

Oimbo, 14-10-2021 | Sarwamedia.com

Prosesi akad nikah kedua mempelai biasanya menjadi salah satu momen yang sakral, dan seharusnya melambangkan kebahagiaan antara kedua belah pihak calon mempelai.

Namun itu tidak tergambar dalam prosesi akad nikah di Kelurahan Oimbo, Kota Bima Nusa Tenggara Barat yang baru-baru ini menjadi viral di berbagai sosial media dan pemberitaan.

Video akad nikah berdurasi satu menit lebih viral. Pasalnya dalam video tersebut, sang ayah perempuan melakukan aksi menendang dan mengatakan monyet terhadap calon menantunya.

Peristiwa tersebut pun direkam dan dipublikasikan pertama kali oleh akun Facebook Ansar Blur pada pukul 11.00 WITA. Diketahui video tersebut direkam pada 14 Agustus 2021 dengan durasi 1 menit 41 detik.

Dalam video tersebut terlihat pada awalnya memperlihatkan prosesi ijab kabul yang berlangsung kondusif. Dan nampak pula seorang penghulu dengan mengenakan jas biru tengah mengawali proses ijab kabul.

Kemudian, sang ayah mempelai wanita mulai dengan membaca istigfar dan syahadat. Namun sayangnya di akhir bacaan syahadat tersebut, calon mertua dari pria itu tiba-tiba menambahkan kata ‘bote‘.

‘Bote’ merupakan Bahasa NTB yang memiliki artinya monyet dan menyerupai kata umpatan. Inilah yang menyebabkan pihak pengantin pria tak terima dan secara spontan berteriak dan mengatakan “Au wali si masalah na, hargai ja ku mada doho sebagai keluarga na n i”, yang berarti “Apalagi si masalahnya ini. Hargai kami sebagai keluarganya. Tidak enak didengar masalah begini”.

Lalu, dengan wajah yang marah, sang ayah mempelai wanita menunjuk kea rah sumbser suara dan tiba-tiba berdiri dan serta melayangkan sebuah tendangan ke calon menantunya itu. Beruntung pertikaian itu segera dilarai.

Kemarahan dari sang ayah mempelai wanita ini ternyata dipicu oleh keterlambatan pihak pengantin pria untuk menghadiri akad nikah selama 6 jam. Awalnya akad nikah tersebut dijadwalkan pada pukul 10.00, namun pihak mempelai pria malah datang pukul 16.00.

Selain itu, pengantin pria juga disebut-sebut telah merusak masa depan dari anak perempuannya. Bahkan buntut dari akad nikah tersebut, ada pelaporan ke pihak berwajib. Kapolres Bima Kota AKBP Henry Novika Candra, membenarkan adanya kejadian tersebut.

Keluarga pria yang merasa dirugikan juga sudah melapor. Namun, sampai video tersebut viral dan diunggah di berbagai akun media sosial, belum ada keterangan lanjut dari pihak kepolisian setempat dan keterangan dari kedua keluarga untuk kelanjutan pernikahan keduanya. (berbagai sumber)

Form Komentar
Komentar Anda