Distangan Beltim Temukan Indikasi Penyakit PMK pada Herwan Ternak Sapi di Beltim

  • Update Minggu, 15 Mei 2022
  • Daerah
  • Dilihat : 552 kali

Belitung, 15-05-2022 | Sarwamedia.com

Dinas Pertanian dan ketahanan pangan Kabupaten Belitung Timur melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan menemukan adanya indikasi penyakit PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) yang tengah mewabah di Indonesia terhadap hewan ternak sapi yang ada di Kabupaten Belitung Timur penemuan adanya penyakit ini di dapatkan usai melakukan pengecekan beberapa peternakan sapi di Manggar,

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Heru Indramarta, mengatakan pihaknya sudah mengambil sampel sapi yang terindikasi PMK dan dikirim ke Lampung untuk uji laboratoium.

Atas adanya temuan tersebut Sementara ini, langkah yang diambil oleh pihaknya adalah mengobati sapi yang terindikasi PMK dan memberikan edukasi ke peternak agar untuk sementara tidak mendistribusikan hewan ternaknya.

Selain itu, pihaknya juga memperketat pengawasan terhadap hewan ternak yang masuk ataupun keluar dari Belitung Timur dengan membuat posko menghimbau para peternak agar langsung melapor jika mendapati sapi dengan gejala PMK.

"Kerja sama antara peternak dan aparat dari dinas sangatlah dibutuhkan, jangan sampai nantinya ada kasus ditutupi. Meski tidak menular ke manusia, PMK tentunya sangat merugikan peternak karena bisa menyebabkan kematian pada hewan," pungkas Heru.

Berbahayakah penyakit tersebut bagi kita jika di konsumsi? 

Di lansir dari bisnis com Kementerian Pertanian menegaskan bahwa penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak seperti sapi, kerbau, babi, domba, dan kambing tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.

Artinya, daging dan susu yang dikonsumsi akan tetap aman selama dimasak dengan benar. Hal itu dituangkan dalam Pedoman Kesiagaan Darurat Veteriner Indonesia yang dirilis Kementan.

PMK pada hewan tidak membahayakan kesehatan manusia. Daging dan susu tetap aman dikonsumsi selama dimasak dengan benar,” unggah Kementan dalam Instagram resmi @kementerianpertanian, Kamis (12/5/2022).

Menilik gambaran di atas. Jika masyarakat masih ingin mengkonsumsi dagi sapi. Masaklah dengan benar. Mungkin masak dengan benar di atas berkaitan dengan suhu api karena secara spesifik tidak di jelaskan apa itu maksudnya memasak dengan benar. (One)

Form Komentar
Komentar Anda