Mantaap !! Anggota Dewan Dan Nelayan Beltim Sepakat Tolak Tambang Laut. Tapi Masih Ada Lowongan Untuk Bekerja. Asal

  • Update Rabu, 2 Februari 2022
  • Daerah
  • Dilihat : 809 kali

Belitung, 02-02-2022 | Sarwamedia.com

Ketua DPRD Beltim, Fezzi Uktolseja membuat kesepakatan untuk menyikapi aspirasi perwakilan nelayan menolak tambang Perairan (laut) Beltim. Ada dua kesepakatan yang akan diambil DPRD Beltim guna menyikapi penyampaian perwakilan nelayan tentang penolakan tambang laut.

Pertama, DPRD Beltim akan berkoordinasi dengan DPRD Provinsi Babel yang kebetulan juga melakukan rapat bersama PT Timah Tbk. Selanjutnya, DPRD Beltim, juga akan berkirim surat kepada Bupati selaku eksekutif yang memiliki kewenangan sebagai eksekutor. Hasil itu disampaikan Fezzi Uktolseja usai mendengarkan aspirasi perwakilan saat audiensi di Kantor DPRD Beltim, Senin (31/1).

Rapat ini sebenarnya menyerap aspirasi dan aspirasi masyarakat ini akan kami sampaikan (tindak lanjuti),” ujar Fezzi seusai pertemuan kepada wartawan

Jadi kita foto (kegiatan silaturahmi) dan kirimkan. Kita sampaikan ke mereka agar disampaikan ke PT timah bahwa dibawah ini ribut (terkait eskplorasi) yang menimbulkan keresahan masyarakat,” jelas Fezzi.

Selanjutnya, DPRD Beltim, juga akan berkirim surat kepada Bupati selaku eksekutif yang memiliki kewenangan sebagai eksekutor.

Kami akan kirimkan surat ke eksekutor (Bupati) bahwa kami juga tidak setuju seperti masyarakat tidak setuju,” ujarnya.

Ditemui terpisah, Bupati Beltim Burhanudin menyatakan ikut menolak eksplorasi yang akan dilakukan PT Timah. Penolakan akan disampaikan dalam bentuk surat resmi kepada PT Timah.

Untuk sementara kita menolak eksplorasi, kita buat surat hari ini,” kata Bupati Burhanudin yang akrab disapa Aan. Meski demikian, Aan menyatakan kegiatan eksploitasi (penambangan) sepenuhnya menjadi kewenangan pusat.

Eksploitasi kita serahkan ke pemerintah pusat, terserah pusat. Keputusan mereka (pusat), urusan negara,” tegasnya. Sebelumnya, perwakilan nelayan dari 4 Kecamatan di Kabupaten Beltim menolak tambang laut di daerah itu. Mereka menyampaikan aspirasi penolakan tambang laut tersebut dalam audiensi yang berlansgung di Kantor DPRD Beltim, Senin (31/1).

Masing-masing perwakilan nelayan dari Gantung, Kelapa Kampit, Damar, dan Manggar menyampaikan pemaparan sekitar satu jam. Kemudian baru ditanggapi oleh anggota dewan. Syamsudin, perwakilan nelayan Kelapa Kampit menegaskan penolakan tambang laut di perairan laut Beltim. Namun menurut dia, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara perlu ada musyawarah mufakat sebagai jalan keluar.

Solusi yang saya sampaikan, memang saya mewakili nelayan tapi belum pernah dibicarakan satu forum. Tapi saya yakin solusi yang saya punya, semua pihak bisa menerimanya,” ujar Syamsudin, seusai silaturahmi di DPRD Beltim, Senin (31/1).

Ditambahkannya dia dan kawan-kawan lain sebenarnya punya opsi tambang laut itu boleh dilaksanakan di Beltim. Mereka mensyaratkan agar PT Timah menyiapkan sebuah teknologi, dimana penambangan tersebut tidak membuat air laut keruh. Selain itu, juga tambang laut itu tidak boleh berada di kawasan tangkap nelayan biasanya supaya hasil tangkap mereka tidak terganggu.

"Kalau teknologi itu bisa disiapkan silakan kami tidak masalah jika ada penambangan,” kata Syamsudin. Senada, Sugian alias Ayan perwakilan nelayan Burung Mandi juga menolak keras rencana PT Timah untuk eksplorasi serta eksploitasi di wilayah laut Beltim.

Dia setuju dengan pernyataan Syamsudin bahwa setuju laut ditambang jika memang ada teknologi yang membuat penambangan itu ramah lingkungan.

Bukan tidak mungkin jika ada teknologi itu kita bisa berdampingan. Nelayan melaut, mereka menambang,” kata Ayan.

Bahkan, ia mengaku sudah bertemu Bupati Beltim, Burhanudin sebelum silaturahmi ke DPRD, Ahad (30/1) malam. Menurut dia, dalam pertemuan Bupati juga menyatakan bahwa tidak setuju terhadap rencana eksplorasi di wilayah Beltim.

Kami akan memegang perkataan Bupati dan DPRD Beltim atas sikapnya yang menolak eksplorasi PT Timah,” kata Sugian.

Sumber BE

Form Komentar
Komentar Anda