Niat Ingin Abadikan Kilat Menyambar Pakai HP, Dua PNS Malah Disambar Petir

  • Update Senin, 6 Juni 2022
  • Daerah
  • Dilihat : 2273 kali

Bangka Tengah, 06-06-2022 | Sarwamedia.com

Umumnya sebagian besar masyarakat awam ketika hujan buru-buru menyimpan telpon selulernya karena takut akan bahaya petir. Namun ternyata berbeda perlakuan yang dilakukan oleh dua orang PNS yang berada di Bangka Barat ini. Ketika hujan turun disertai dengan suara gemuruh petir datang dan kilat menyambar-nyambar. Dua orang PNS ini malah membuat tindakan yang berbahaya yakni ingin mengabadikan kilat yang menyambar memakai telpon selulernya. Alhasil bukan foto bagus yang di dapat, keduanya malahan tewas tersambar petir. Kejadian ini berlangsung Sabtu sore (04/06/2022) di perairan Jebu Laut, Desa Kelabat, Kecamatan Parit tiga, Kabupaten Bangka Barat.

Kapolsek Jebus, Kompol Ghalih Widyo Nugroho mengatakan, kedua korban meninggal dunia adalah Sukmayadi (42) PNS Pemkot Pangkalpinang dan Ramadoni (40) PNS Pemkab Bangka Tengah.

Menurut Kapolsek, peristiwa berawal ketika Ramadoni dan Sukmayadi pergi memancing bersama bersama Riza (42) warga Berok, Kecamatan Koba dan Jeri (43) yang juga pegawai Pemkab Bangka Tengah menggunakan perahu milik Darwis Azis alias Alek (49) warga Desa Kelabat, Kecamatan Parit tiga, Kabupaten Bangka Barat pada Sabtu(04/06/2022) pagi.

Menjelang siang cuaca di perairan Jebu Laut berubah menjadi kurang baik, hujan turun disertai petir membuat para pemancing berniat menepi ke pantai.

"Setibanya di pesisir pantai, salah seorang korban mengabadikan cuaca buruk tersebut tanpa memperdulikan peringatan yang di berikan oleh rekannya agar tidak menggunakan handphone karena cuaca mendung disertai adanya petir,” paparnya.

Pada saat itulah secara tiba-tiba petir menyambar ke arah perahu sehingga menyebabkan kedua orang tersebut meninggal dunia sementara kedua pemancing lainnya terganggu pendengarannya

"Darwis yang menjadi juru mudi pasca kejadian akhirnya langsung menghubungi Bhabinkamtibmas desa Kelabat memberitahukan tentang kejadian yang menimpa rombongan mereka untuk meminta pertolongan," jelas Ghalih

Lebih lanjut Ghalih menuturkan setibanya petugas di lapangan, para korban selanjutnya di bawa ke klinik Bhakti Timah Parit tiga untuk di periksa kesehatannya. Sedangkan dua korban yang meninggal dunia langsung di hantar ke daerah asalnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Babel Mikron Antariksa ketika dihubungi wartawan membenarkan terjadinya musibah yang dialami dua orang PNS tersebut. Menurutnya peristiwa terjadi akibat salah satu pemancing berusaha mengambil foto petir saat turun hujan dengan kamera ponsel.

"Salah satu pemancing mengambil foto kilatan petir dengan ponselnya. Tak berselang lama, petir langsung menghajar empat pemancing yang masih berada di atas perahu," pungkasnya. (redaksi/*)

Form Komentar
Komentar Anda