Pecinta Rendang Daging Sapi Sudah Bisa Melanjutkan Hobinya, Sapi di Belitung Sudah Bebas PMK

  • Update Kamis, 26 Mei 2022
  • Daerah
  • Dilihat : 495 kali

Belitung, 26-05-2022 | Sarwamedia.com

Ketakutan masyarakat untuk mengkonsumsi Nasi Rendang saat membeli makan di warung-warung Padang setelah merebaknya kabar bahwa ada 10 Hewan ternak sapi yang terpapar penyakit PMK di Kabupaten Belitung saat ini sudah tidak perlu menahan diri lagi untuk melanjutkan hobinya.

Pasalnya hewan yang di duga terpapar sakit tersebut sudah mulai berangsur sembuh dan penempatannya sudah terpisahkan dengan hewan ternak lainnya untuk menjalani perawatan bahkan 3 ekor di antaranya diantaranya sudah the end karena di potong oleh pihak dinas jadi untuk phobia terhadap daging sapi sudah tidak beralasan lagi.

Hal ini di ungkapkan Destika Efenly. Kepala DinasbPertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belitung. Kata Destika petugas memotong bersyarat tiga ekor sapi lainnya.

Untuk sapi yang masih sakit saat ini tetap dalam perawatan dan tempatnya sudah kami pisahkan dari sapi ternak lainnya. Kami juga memberikan vitamin dan obat-obatan,”jelas Destika Rabu (25/5/2022).

Selain itu juga menurut Destika sebagai antisipasi ke depan pihak dinas telah membentuk satgas pencegahan dan pengendalian wabah PMK. dan terus melakukan kontrol kandang-kandang peternak termasuk memperketat pengawasan masuknya hewan ternak di pelabuhan.

Masyarakat jangan terlalu takut dan panik terhadap penyakit mulut dan kuku ini. Karena penyakut PMK bukan penyakit zoonosis dan tidak dapat menular ke manusia. bahkan Daging hewan ternak yang terpapar PMK juga masih aman untuk konsumsi,” terang Destika

Seperti yang pernah di beritakan Sebanyak 10 ekor sapi di Kabupaten Belitung di duga terpapar penyakit mulut dan kuku. Sapi tersebut merupakan hewan ternak kiriman dari Pulau Bangka pada 7 Mei 2022 lalu yang berjumlah 18 ekor. Selanjutnya satu minggu kemudian, tepatnya 14 Mei lalu gejala PMK mulai muncul. Petugas lalu melakukan pengecekan dan pengambilan sampel darah dan mengirimkan ke laboratorium di Lampung pada 20 Mei lalu.

Hasilnya dari 18 sampel darah sapi tersebut, 10 positif terpapar penyakit mulut dan kuku. Namun saat ini tiga ekor sapi sudah sembuh, sedangkan empat ekor sapi masih dalam perawatan petugas.dan 3 lainnya di potong. (One)

Form Komentar
Komentar Anda