Sakit Hati Disebut Pengangguran, Pria Ini Mutilasi Pacar Jadi 11 Bagian

  • Update Rabu, 27 Juli 2022
  • Kriminal
  • Dilihat : 547 kali

Semarang, 27-07-2022 | Sarwamedia.com

Dipicu sakit hati lantaran disebut sebagai pengangguran, seorang pria berinisial IS (32) tega membunuh dan memutilasi pacarnya, seorang wanita berinisial K (24), warga Tegal, Jawa Tengah.

IS nekat memutulasi pacarnya menjadi 11 bagian. Setelah melakukan mutilasi, pelaku membuang potongan jasad korban ke empat tempat berbeda di wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang.

"Pelaku melakukan pembunuhan sadis, mutilasi menjadi 11 potong dan dibuang di berbagai tempat," ungkap Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi.

Irjen Ahmad Luthfi pun merinci tempat-tempat pelaku membuang potongan tubuh korban.

"Potongan kaki dibuang di lahan sebelah pabrik Tegalpanas. Potongan tangan di Sungai Kretek Kelurahan Kalongan Kecamatan Ungaran Timur. Potongan dada dan perut dibuang di Sungai Wonoboyo Kecamatan Bergas, dan potongan kepala dibuang di sungai, Bergas," lanjut Irjen Ahmad Luthfi.

Peristiwa mengerikan ini terjadi di sebuah kamar indekos yang mereka tempati bersama di Kawasan Bergas, Semarang. Pelaku membunuh korban dengan cara mencekik. Melihat korban yang tak lagi bernyawa, pelaku kemudian menyeret korban ke kamar mandi. Kemudian pelaku memutilasi tubuh korban secara bertahap dari pada Minggu (17/07/2022) sampai dengan Selasa (19/07/2022).

Tak hanya memutilasi korban secara mengerikan dan bertahap. Pelaku juga sempat menjual perhiasan milik korban pada Senin (18/07/2022) dan Kamis (21/07/2022) senilai Rp 2,4 juta. 

"Tersangka melakukan mutilasi sebanyak empat kali. Organ dalam dibuang di kloset. Selama proses pemotongan jasad korban disimpan di kamar mandi kos. Setiap motong lalu dibuang, motong lagi lalu buang," ucap Irjen Ahmad Luthfi.

Diketahui bahwa sebelumnya pada tahun 2015, namun kisah asmara kandas lantaran pelaku harus mendekam di bui karena melakukan pencabulan terhadap korban hingga hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki. 

Pihak keluarga yang tak terima pun melaporkan pelaku. IS terpaksa harus menjalani hukuman 10 tahun penjara akibat perbuatannya itu. Namun, setelah 6 tahun menjalani hukuman, IS dibebaskan dari penjara.

Usai bebas, pelaku kemudian kembali menghubungi korban. Mereka pun kemudian kembali menjalin kasih. Mereka memutuskan untuk tinggal bersama dengan menyewa sebuah kamar indekos. Pelaku mengaku masih menaruh hati dan keduanya masih saling suka. 

"Emang masih saling suka, Pak," ungkap IS kepada Polisi.

Namun, rasa sakit hati membutakan IS sehingga tega membunuh dan memutilasi pacarnya tersebut karena disebut pengangguran.

"Ya emang itu karena dibilang kayak gitu (pengangguran), Pak," tandas IS. (Owi)

Form Komentar
Komentar Anda