Temuan Kasus Covid – 19 di PON Papua Menunjukkan Proses Skrining Berjalan dengan Baik

  • Update Kamis, 7 Oktober 2021
  • Nasional
  • Dilihat : 964 kali

Sentani, 07-10-2021 | Sarwamedia.com

Ketua Umum komite Olahraga Nasional indonesia (KONI), Marciano Norman menegaskan jika penanganan kesehatan terhadap atlet yang berjaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, dilakukan dengan prosedur yang baik. Khususnya mereka yang terkonfirmasi positif COVID – 19.

Dengan jumlah yang besar sekitar 15 ribu orang atlet, official, dan seluruh pendukung yang datang ke Papua, segala resiko dikatakan marciano bisa terjadi. “Yang terpenting adalah prosedur penanganannya, “ katanya, Rabu (6/10/2021)

Dinas Kesehatan dan seluruh unsur kesehatan yang terkait dengan PON XX Papua ditegaskan Marciano, telah memepersiapkan dan mempunyai protap penanganan termasuk memperlakukan atlet dan official yang terkonfirmasi. Mulai dari di evakuasi ke rumah sakit , atau diisolasi mandiri.

“Dan alhamdulillah semua cepat dan tanggap dan kondisi atlet juga baik. Mudah-mudahan mereka bisa cepat pulih dan bisa segera kembali ke daerah masing-masing,” tambahnya.

Pada kesempatan ini Marciano Norman juga meminta media dan masyarakat untuk bijak memberitakan dan melihat hal-hal terkait PON. Berbagai resiko bisa terjadi namun yang lebih pentik adalah penanganan dari resiko tersebut juga dilakukan dengan baik.

“Teman-teman media bisa melihat berbagai kondisi ini sejernih mungkin sehingga PON XX Papua akan tetap berjalan sesuai agenda, katanya.

Pemerintah memang menjamin dan memastikan atlet PON XX yang positif COVID-19 telah tertangani dengan baik. Selaom sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus, jaminan ini agar pelaksanaan pesta olahraga terbesar tanah air tersebut tetap berlangsung hingga akhir.

Adanya temuan kasus terkonfirmasi juga menunjukkan proses skrining dan penanganan atlet, ofisal, relawan, dan seluruh yang terlibat dalam PON XX papua telah berjalan dengan baik dan ketat.

Mereka yang positif, pihak terkait bergerak cepat sesuai standar prosedur pengendalian COVID-19. Para atlet menjalani karantina terpusat. Satgas COVID-19 kemudian melacak penyebaran. Artinya proses 3T telah berjalan dengan baik.

Terkait adanya temuan kasus positif COVID-19, di tempat terpisah Penteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengatakan akan segera memanggil Panitia Pengawasan dan Pengarah (Panwasrah) bersama PB PON untuk membahas masalah ini.

“Pertandingan tetap berlangsung, sementara prokes tetap terjaga sesuai aturan-aturan yang telah ditetapkan. Saya akan kumpulkan Paswasrah dan PB PON, beserta segenap elemen yang terlibat, berusaha meminimalisir risiko transmisi Covid-19 melalui berbagai strategi, di antaranya penegakan protokol kesehatan (prokes) ketat,”tegasnya.

PON XX Papua yang dimulai pada 2 hingga 15 Oktober 2021, melibatkan atlet dan official dari seluruh provinsi se-Indonesia. Karena digelar ditengan situasi pandemi, maka upaya memastikan keamanan dan kesehatan dalam pesta olahraga ini menjadi tantangan sendiri.

PON 2021 Papua diikuti 7.039 atlet dan 3.576 orang ofisal dari 34 provinsi. Para atlet akan bertanding pada 37 cabang olahraga, 56 disiplin pertandingan, 681 nomor pertandingan, serta memanfaatkan 44 arena lomba. Para olahragawan ini akan memperebutkan 681 medali emas, 681 perak, dan 681 perunggu.

Sebagai upaya penelusuran asal muasal kasus Corona tersebut, Menpora menyatakan, rekan-rekan atlet yang terkonfirmasi Covid-19 sudah melakukan pemeriksaan PCR hasilnya negatif.

Oleh karena itu, menurut Menpora, dari testing kontak erat tersebut dapat ditelusuri masuknya virus tersebut. “Kita bersama-sama mengecek asal virus ini, karena sebelum datang ke Papua semua kontingen sudah tes PCR,” ujarnya.

Sesuai prosedur yang ditetapkan PBN PON, begitu kontingen tiba di Papua, mereka kembali melakukan tes antigen dan diakomodasikan berdasar cabang olahraganya. Kegiatan mereka hanya dari tempat akomodasi ke tempat pertandingan, tanpa peluang mengunjungi tempat lain di luar agenda yang ditetapkan.

“Di tempat akomodasi, bila bergehala langsung di tes antigen, bisa berlanjut PCR. Kalau positif, diisolasi dan dilakukan tracing untuk sekitarnya. Atlet yang akan bertanding dengan body contact seperti wushu atau gulat, dilakukan tese antigen sebelum bertanding,” tambah Menpora.

Untuk itu, Menpora Zainudin Amali kembali mengimbau kepada masyarakat setempat, sebagai persiapan dan upaya perlindungan kesehatan, pihaknya terus mendorong sosialisasi 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak), serta vaksinasi setidaknya satu kali.

“Kita sosisalisasikan juga bahwa kalau bergejala, jangan keluar rumah atau kelokasi, periksa dulu ke dokter agar tidak terjadi transmisi. Kemudian gerakan maskerisai, didorong supaya menjadi budaya atau etos kerja setempat khususnya terkait pelaksanaan PON XX,” tukasnya.

Form Komentar
Komentar Anda