Wartawan di Belitung Gelar Aksi Turun Ke Jalan Buat Arya

  • Update Sabtu, 5 Maret 2022
  • Daerah
  • Dilihat : 382 kali

Belitung, 05-03-2022 | Sarwamedia.com

Puluhan wartawan yang bertugas di Kabupaten Belitung menggelar aksi turun ke jalan menyuarakan aksi solidaritas terkait permasalahan dugaan intimidasi dan kekerasan tehadap Arya, wartawan Belitong Betuah Sabtu (5/3/2022).

Aksi damai yang berlangsung Bundaran Satam Sabtu (5/3/2022) di Pusat Kota Tanjungpandan, tepatnya di Bundaran Satam itu juga mendapat pengawalan pihak kepolisian.

Pada aksi ini, para wartawan yang terdiri dari berbagai media itu intinya meminta agar kejadian intimidasi dan kekerasan terhadap wartawan tidak terjadi lagi.

“Kita merasa sakit hati karena profesi kita. Kita sakit hati bukan karena dipukuli, tetapi profesi kita di injak-injak,” kata Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Belitung, MC Tedja Pramana saat memberikan orasi.

Pada kesempatan itu juga, Tedja lagi-lagi meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas masalah ini.

Sementara itu, Ketua Pokja Wartawan Kabupaten Belitung, Fitriadi atau akrab dengan sapaan Piping mengatakan aksi itu merupakan bentuk empati kepada sesama wartawan.

Senadadengan Tedja, Piping juga meminta kepada pihak kepolisian untuk dapat melakukan pengusutan, atas kasus tersebut hingga tuntas

Seperti kita ketahui Kasus Arya, yang merupakan wartawan Belitong Betuah i saat ini sudah masuk pelaporan Polres Belitung Timur (Beltim). Dan sedang dalam pengusutan Polres Beltim.

Seperti yang di beritakan oleh berbagai media yang ada di Babel Kejadian dugaan intimidasi dan kekerasan fisik yang menimpa Arya bermula saat ia memberitakan aktivitas pertambangan ilegal. Yang mendapat penertiban dari tim gabungan dari. Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bareskrim Polri, dan Puspom TNI pada, Selasa (1/3/2022) lalu. Berlokasi di Desa Sukamandi, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur.

Dan sepertinya karena peristiwa tersebut di beritakan Arya, ada oknum yg tidak terima dan melakukan intimidasi terhadanya sehingga mengalami luka fisik di bagian wajah. (One)

Form Komentar
Komentar Anda