Ada Pungli Dalam Praktek Tambang Rakyat di Belitung

  • Update Senin, 8 November 2021
  • Daerah
  • Dilihat : 1060 kali

Tanjungpandan, 08-11-2021 | Sarawmedia.com

Maraknya aktivitas tambang rakyat akhir-akhir ini memang fantastis, bagaimana tidak. Saat ini masyarakat sudah tidak takut lagi melakukan aktivitas penambangan. Bahkan area terlarang pun mereka berani Laut dan kawasan hutan mereka hajar.

Entah ada kekuatan apa sampai masyarakat berani nekat seperti itu.

Apakah karena timah mahal? Bisa jadi, Namun jika kita melihat satu tahun lalu walaupun timah mahal rasa takut untuk menambang masih ada bahkan diluar area terlarang pun masyarakat keder dengan aparat.

Fenomena tambang sekarang ini memang mengejutkan. Mereka berduyun-duyun dan berkelokpok menyerbu area-area terlarang seperti ada yang mengkoordinir mengajak mereka bekerja

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Sarwamedia dilapangan keberanian masyarakat ini alasan utamanya bukan karena harga timah mahal melainkan karena adanya rasa aman saat bekerja.

Ini yang membuat mereka nekat.dan berani menembus area terlarang. Kalaupun terjadi apa-apa mereka yakin tidak bakal terjadi apa-apa karena mereka ada yang melindungi dan bukan mereka yang bertanggung jawab.

Dan mereka yakin dengan perlindungan tersebut mereka merasa aman ketika menambang. Namun infonya rasa aman itu mereka dapatkan tidaklah gratis. Rasa aman itu mereka beli dengan kata lain mereka memberikan setoran kepada orang yang menjamin keamanan tersebut, setoran ini tidaklah resmi alias pungli karena lokasi tempat mereka bekerja bukan milik pribadi ataupun perusahaan yang memberikan rasa aman itu tapi miliknya pemerintah.

Nama uang setoran itu adalah Uang koordinasi. Entah berkoordinasi dengan siapa mereka tidak mau tau yang penting mereka aman bekerja. Hal ini terbukti dalam kasus munsang yang sempat membuat Belitong gempar karena media mengangkat aktivitas mereka dilaut munsang di beberapa media online dan dalam pemberitaan tersebut juga terungkap jelas soal uang koordinasi.

Dimana bagi masyarakat yang ingin bekerja di lokasi terlebih dahulu menyetorkan hingga 500 ribu. Untuk bea masuk dan bekerja di lokasi dan setelah berjalan mereka kembali setor.

Sesuai kesepakatan berapa hari sekali untuk uang tutup mulut jika ada kelompok masyarakat atau Orang yang sidak ke lokasi tambang

Dan parahnya ternyata informasi adanya pungli ini di balik tambang rakyat di Belitung ini tidak hanya berlaku di Munsang saja. Tapi kabarnya juga berlaku di sejumlah daerah kecamatan yang ada.

Beredarnya kabar Adanya pungli ini tidak hanya beredar di warkop dan kalangan penambang saja. Tetapi juga diungkapkan secara gamblang oleh Bupati Belitung Sahani Saleh S.sos. kepada awak media. (di kutip dari Satam Expose).

Bahkan Bupati menyebutkan langsung nama pelaku yanyang menerima setoran dalam kasus munsang.

Kata Bupati pungutan dalam kasus Munsang dilakukan oleh orang yang di panggil dengan nama Ibu Agus dan dari tangan Ibu Agus tersebut mengalir setoran ke sejumlah oknum pejabat.

Yang menjadi bekingnya ( di kutip dari Satam Expose,) Bahkan kata Bupati namanya pun juga di catut sebagai salah satu Orang yang menerima setoran

Adanya Pungli dibalik maraknya aktivitas tambang rakyat di Beliong ini merupakan hal yang baru dan hebatnya sepak terjang para pungli ini patut mendapatkan acungan jempol bagaimana tidak dalam kasus munsang.

Walau pak Bupati berhasil mendapatkan nama, hingga saat ini pelakunya hilang tanpa jejak.

Buktinya ketika aparat gabungan melakukan razia ke lokasi penambangan. Perairan munsang sudah kosong melompong. Tidak satupun penambang yang di temui.

Sepertinya Aparat penegak hukum harus ektra keras untuk memburu para pungli ini. Karena jika para pungli ini dibiarkan begitu saja.

Bukan tidak mungkin akan muncul nama-nama baru orang yang melakukan pungli dalam aktivitas tambang rakyat.siapa yang tidak minat kerja tidak tapi dapet duit banyak jika hal ini terus terjadi dan tidak ada tindakan keras kita tunggulah kehancuran daerah kita tercinta ini. (One)

Form Komentar
Komentar Anda