Buat Status Sudah tak di anggap lagi sebagai Wawako. Lewat Whatsapp

  • Update Senin, 8 November 2021
  • Daerah
  • Dilihat : 1270 kali

Wawako Baper Soal Jabatannya
-Buat Status Sudah tak di anggap lagi sebagai Wawako. Lewat Whatsapp

Pangkalpinang, 06-11-2021 | Sarwamedia.com

Wakil Walikota (Wawako) Pangkalpinang, M. Sopian membuat status yang menggemparkan dalam status pribadi whatsapp nya. Tentu saja yang yang di unggahnya pada Rabu lalu menarik perhatian teman-nya di whatsapp.

Tak hayal lagi unggahan status itu langsung jadi perbincangan diseantara Kota Pangkal Pinang dan teman-nya yang ada di kota lain seperti Kota Tanjungpandan. Kabupaten Belitung, pasalnya status yang Ia buat isinya bernada keluhan bahwa dirinya
sudah tidak dianggap lagi sebagai Wakil Walikota.

Nyaris mirip dengan judul Kertas Band yang saat ini di kenal dengan Armada Band. Judul lagunya "Kekasih yang tak di anggap". Kalau Sopian Wawako yang tak di anggap mirip kan cuma subtansi tema yang berbeda.

“Emang Dak de Agik Wakil Walikota Pangkalpinang ni. Kapan Walikota memberhentikannya. Tolong Bu Sekda dan OPD / bagian yang terkait kalau memang sudah diberhentikan tolong sampaikan SK atau surat penghentiannya,” demikian isi status Wawako Pangkalpinang, M. Sopian, Rabu (3/11/2021).

Agar tidak menjadi ghibah di kalangan masyarakat, sang Wawako akhirnya menanggapi hal tersebut, dengan memberanikan diri untuk mengadakan konferensi pers terkait curahan hatinya tersebut pada malam harinya.

Dalam konferensi persnya, ia mengakui bahwa status itu sengaja ia buat. Bahkan ia menyebutkan mungkin hari ini sudah menjadi rahasia umum di Kota Pangkalpinang, dimana isu dilapangan orang bertanya-tanya mengapa Wakil Wali Kota Pangkalpinang jarang muncul ke publik.

Pertanyaan itu masuk ke dalam batin saya. Karena saya berpikir bahwa ada amanat masyarakat terhadap diri saya. Sedangkan saya dalam proses pembangunan Kota Pangkalpinang saja tidak dilibatkan sehingga ada beban mental bagi diri saya pribadi. Sehingga saya membuat status itu,” jelasnya.

Sopian melanjutkan, ia lahir dan menua hingga menjadi pejabat di Pangkalpinang. Sehingga ia merasa sangat memiliki beban moral dan tanggung jawab untuk berbuat dalam pembangunan Pangkalpinang. Itulah yang mendasarinya membuat status dengan semua pertimbangan yang bergejolak dalam ia pribadi.

Apa gunanya saya sebagai Wakil Wali Kota jika memang tidak dilibatkan dalam proses pembangunan Kota Pangkalpinang. Bahkan saya dengan Wali kota pun komunikasi terakhir usai pelantikan waktu itu membahas beberapa hal. Itu pun hasilnya tidak sesuai dengan apa yang telah di bicarakan dan pertimbangkan bersama,” tegasnya.

Harapan saya dengan membuat status tersebut ingin adanya perubahan di Kota Pangkalpinang. Tidak ada tujuan lain,” tegasnya. (One/Berbagai sumber)

Form Komentar
Komentar Anda