Status Bandara Belitung Dalam Bahaya, Wabub Sibuk Cari Cara Pertahankan Status

  • Update Jumat, 23 September 2022
  • Daerah
  • Dilihat : 858 kali

Belitung, 23-09-2022 | Sarwamedia.com 

Status Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin, Tanjungpandan yang berada di Kabupaten Belitung saat ini dalam kondisi mengkhawatirkan. Pasalnya, pihak pemerintah pusat sepertinya akan mencabut label andara yang saat ini berstatus sebagai bandara internasional.

Menangapi hal itu, Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie langsung mengambil sikap agar perubahan status tersebut tidak terealisasi karena jika hal itu terjadi karena akibatnya akan fatal bagi Belitong. Oleh karena itu ketika mendapatkan berita tersebut sang Wakil Bupati ini langsung sibuk mengambil langkah-langkah kongkret agar rencana pihak kementerian tersebut tidak terwujud, diantaranya langsung melakukan komunikasi dengan Penjabat (Pj) Gubernur Babel Ridwan Djamaluddin. Kepada Pj Gubernur Babel, Isyak meminta bantuan untuk menyampaikan pesan kepada Menko Marves dan Menhub agar status Bandara Internasional H.AS Hanandjoeddin tetap dipertahankan.

"Saya sudah berkomunikasi dengan pak Gubernur dan beliau sudah menyanggupi dan akan segera mengirimkan surat ke Pemerintah Pusat," ujar Isyak, Selasa (20/09/2022).

Selain melakukan komunikasi dengan PJ Gubernur, Wabub juga dalam wawancara tersebut menyenggol legislator dan senator asal Babel yang sudah diberikan kepercayaan oleh warga menjadi anggota DPR RI dan DPD RI agar dapat membantu mempertahankan status bandara HAS Hanandjoedin.

"Anggota DPR RI dan DPD RI diharapkan ikut membantu menyampaikan dan menceritakan capaian-capaian Belitung dan kebutuhannya akan Bandara Internasional tersebut," ungkap Wabub.

Karena Menurut Isyak, Belitung mempunyai KEK Pariwisata, UNESCO Global Geopark (UGG) dan banyak hal lainnya. Belum lagi Belitung baru saja sukses menyelenggarakan kegiatan pertemuan tingkat Pembangunan G20. Untuk itu Isyak menlanjutkan Belitung sangat membutuhkan akses,bandara internasional.

"Kalau akses kita ditutup, salah satu imbasnya pertumbuhan ekonomi masyarakat akan menjadi melambat," kata Isyak.

Lebih lanjut dikatakan Isyak, selain itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menginginkan aksesibilitas dan pertumbuhan ekonomi yang cepat.

"Nah karena hal inilah kita minta untuk menjadi pertimbangan, jangan melihat infrastruktur kita yang masih kurang. Kita menginginkan akses ke Belitung tetap berjalan lancar," harap Wabup Isyak.

Namun terlepas dari adanya wacana tersebut Wabup menyakini, Pemerintah Pusat akan mempertimbangkan akses ke Belitung tetap berjalan lancar dengan capaian-capaian yang sudah diraih Belitung hingga sampai saat ini. Dimana sebagai gambaran ungkap Isyak maskapai Air Asia bahkan menanti untuk kembali dibuka rute penerbangan dari Tanjungpandan menuju ke Kuala Lumpur. Ini Artinya ada market yang membutuhkan penerbangan tersebut

"Saya justru melihat keberhasilan kita menyelenggarakan kegiatan-kegiatan internasional di daerah kita. Harusnya anggaran untuk terminal kita ditambah bukan status internasionalnya mau di cabut. Saya meyakini, Pemerintah Pusat akan mempertimbangkan hal ini dengan sangat objektif," pungkasnya.

Salah satu anggota DPR-RI asal Babel Ir. Rudianto Tjen ketika dimintai tanggapannya mengatakan saat ini permasalahan tersebut sedang di perjuangkan agar niat kementrian tersebut dibatalkan. Sementara itu, Ir. H. Darmansyah Husein sebagai salah satu senator asal Babel yang merupakan warga asal Belitung mengatakan semestinya pihak pemerintah Jangan cuma teriak dan berstatement lewat media.

"Lebih bijaksana jika pihak pemerintah membuat dan berkirim surat resmi disertai argumentasinya, sampaikan ke mentri perhubungan melalui DPD-RI dan DPR- RI, nanti kita DPD-RI dan DPR-RI juga akan membuat surat dukungan secara resmi," kata Darmansyah Husein. (Redaksi)

Form Komentar
Komentar Anda