Katanya di Beltim Ada Kasus Pelecehan Anak SD Oleh Penjaga Sekolah, 14 Orang Korbannya Benarkah?

  • Update Jumat, 1 April 2022
  • Kriminal
  • Dilihat : 257 kali

Belitung Timur, 01-04-2022 | Sarwamedia.com

Beredar informasi di media sosial dan dari mulut ke mulut. Katanya di sebuah Sekolah Dasar yang berada di Kecamatan Kelapa Kampit telah terjadi tindak pidana dugaan pelecehan seksual terhadap anak kembali terjadi di Kabupaten Beltim.

Informasinya di SD Negeri 3 Kelapa Kampit, Kecamatan Kelapa Kampit. pelaku pelechan seksual diduga dilakukan oleh penjaga sekolah.

Di kutip dari Belitong Ekpres, katanya kasus tersebut terungkap sekitar 2 pekan lalu dengan total korban 14 murid yang diketahui mengalami dugaan pelecehan seksual oleh pelaku. Namun kasus tersebut belakangan sudah di damaikan antara pihak sekolah, antara orang tua dan pelaku.

Dihubungi wartawan, Ketua LPA Kabupaten Beltim Imelda Handayani menegaskan dugaan pelecehan terhadap anak di SD Negeri 3 Kelapa Kampit seharusnya tidak bisa dihentikan hanya dengan permintaan maaf dari pelaku.

Memang itu kan istilahnya ada kesepakatan diantara mereka, cuman untuk kasus pelecehan seksual bukan delik aduan. Jadi itu tidak bisa berhenti dengan maaf, maaf bisa tapi tidak menghentikan proses hukumnya ,” ujar Imelda, Rabu (30/3) kemarin.

Kata Imelda, berdasarkan penelusuran kepada orang tua korban memang tidak semuanya dapat menerima. Ada sebagian yang sepertinya ingin melaporkan tapi masih banyak pertimbangan.Sebagian lagi sudah memaafkan dalam artian tidak tega karena pelaku orang yang tua.

"Tapi kalau melihat dari kasus, kalau kami dari LPA mencoba memberikan penguatan pemahaman kepada orang tua,” jelas Imelda.

Menurut Imelda, sebaiknya dari keluarga korbanlah yang membuat laporan. Namun karena kasus pelecehan bukan delik aduan maka laporan bisa juga dari lembaga, pihak sekolah atau pihak lain yang mengetahui.

Kami mencoba fokus ke korban untuk trauma healing terlebih dahulu. Sementara untuk kasusnya ketika sudah ada saksi, korban dan pelaku mengakui, ya kita serahkan ke pihak kepolisian untuk proses selanjutnya,” katanya.

Imelda menyebut, dari 14 anak yang diduga mengalami pelecehan masih duduk di kelas IV, V dan VI, semuanya perempuan. Imelda berharap agar orang tua memiliki kesadaran untuk melaporkan bahwa pelecehan telah melanggar hak anak dan menciderai hak anak.

Wajib dilaporkan jika mengetahui, mendengar apalagi menimpa anak mereka sendiri karena ini akan menjadi pembelajaran bagi orang lain. Ketika menganggap ini aib, justru ini yang harus kita ubah mindset. Sebab ketika ini ditutupi justru akan menjadi preseden buruk,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD 3 Negeri Kelapa Kampit Jemaie membantah terjadinya pelecehan seksual anak di sekolah yang dipimpinnya.

Menurutnya, apa yang terjadi hanyalah tindakan bercanda layaknya orang tua dan anak. Artinya tidak seperti informasi yang berkembang saat ini. “Tidak seperti yang disampaikan, kalau pelecehan kan sudah melebihi dari becangek,” ujarnya.

Sementara itu Dikonfirmasi wartawan, Kasat Reskrim Polres Belitung Timur AKP Rais Muin membenarkan telah menerima laporan dugaan pelecehan anak. Namun sejauh ini pihaknya masih menyelidiki lebih lanjut. “Akan ditindaklanjuti oleh unit PPA (Polres Beltim),” ujarnya singkat

Hingga berita ini di turunkan belum jelas sejauh mana pelecehan tersebut di lakukan namun jika melihat sebagian orang tua korban mau memaafkan dan damai itu artinya pelecehan yang di lakukan tidaklah parah. Semoga kasus ini dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua baik dari orang tua maupun pihak sekolah agar hal ini tidak terjadi lagi di kemudian hari. (One)

Form Komentar
Komentar Anda