Bejat, Seorang Guru Ngaji Cabuli 3 Santri

  • Update Selasa, 28 Juni 2022
  • Kriminal
  • Dilihat : 106 kali

Mojokerto, 28-06-2022 | Sarwamedia.com

Terjadi lagi, tindakan pencabulan oleh seorang guru ngaji kepada tiga orang santri laki-laki. Pelaku berinisial RD (40). Kali ini kejadian terjadi di sebuah Taman Pendidikan Qur'an (TPQ) di Kecamatan Sooko, Mojokerto, Jawa Timur. 

Kejadian ini terungkap bermula ketika orang tua salah satu korban mencurigai gelagat anaknya yang enggan pergi mengaji selama beberapa hari. Anak tersebut beralasan mengantuk dan berpura-pura tidur. 

Setelah melihat gelagat aneh anaknya, orang tua tersebut pun menanyai korban. Setelah ditanyai oleh orang tuanya, korban pun mengaku bila dirinya telah mendapatkan tindakan pelecehan oleh guru ngajinya di TPQ.

"Saat itu anak saya tidak mau keluar kamar, kalau saat mau mengaji pura-pura tidur. Saya marah, akhirnya dia mengaku kalau dilecehkan oleh ustaz RD," kata orang tua korban, Senin (27/06/2022).

Berdasarkan penuturan korban, mulanya RD mengajak ketiga korban masuk kedalam ruang sekretariat TPQ pada saat jam istirahat mengaji. Di ruang sekretariar tersebut, RD kemudian mempertontonkan video porno kepada para korban. Lalu setelah itu RD mulai mencabuli para korban. Usai melakukan perbuatan bejatnya itu, RD pun mengancam korban agar tidak memberitahukan perbuatannya kepada siapapun.

Mendengar penuturan korban, orang tua korban pun meminta penjelasan kepada RD. Namun RD berkilah bahwasannya dia hanya memberikan pelajaran ilmu fiqih tentang akil baligh. 

"Dia mengaku akan memberikan ilmu fiqih akil balig. Dengan cara memasturbasi anak saya, kemudian diajarkan bersuci," ujar orang tua korban.

Namun orang tua korban tidak percaya begitu saja dengan pengakuan RD. Lantaran anaknya mengaku sudah berulang kali dicabuli oleh RD dalam kurun waktu dari Desember 2021 hingga Februari 2022. Hal ini membuat korban ketakutan untuk mengaji.

Para orang tua korban tersebut pun akhirnya melaporkan perbuatan bejat RD kepada pihak kepolisian melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Mojokerto.

"Kami khawatir akan terus banyak korban berjatuhan lagi. Kami minta aparat penegak hukum segera menangkap pelaku," pungkas orang tua korban.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Gondam Pringgandoni mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari para orang tua korban. Saat ini perkara ini tengah dalam proses pengumpulan alat bukti dan pemeriksaan saksi.

"Kami sudah terima laporan. Saat ini kami sedang mengumpulkan bukti serta meminta keterangan korban," kata AKP Gondam Pringgandoni. (Owi) 

Form Komentar
Komentar Anda