Istri Minta Cerai, Pria Siram Air Keras ke Istri dan Keluarganya

  • Update Rabu, 13 Juli 2022
  • Kriminal
  • Dilihat : 264 kali

Bekasi, 13-07-2022 | Sarwamedia

Pelarian SR alias Kenzi (26) berakhir sudah. Setelah menjadi buron selama 1 bulan, SR akhirnya diringkus oleh pihak kepolisian, Senin (11/07/2022). SR ditangkap setelah menyiram air keras kepada istri, anak dan mertuanya di Bekasi, Jawa Barat. 

SR ditangkap di tempat persembunyiannya. SR bersembunyi di belakang kuburan Kaung Tilu, Cikarang Timur, Bekasi, Jawa Barat. SR pun kini sudah mendekam di tahanan setelah dilakukan penangkapan.

SR dan istrinya SH (25) ternyata sering terlibat cekcok terkait permasalahan rumah tangga. Hal ini membuat SH sering meminta cerai kepada SR. Cekcok antara kedua pasangan ini sudah sempat didamaikan oleh RT setempat. Namun, karena SR yang seorang pengangguran tidak dapat memberikan nafkah kepada keluarganya, mengakibatkan SH kembali meminta cerai.

"Karena SR tidak menafkahi dan pengangguran dan pelaku sering marah kemudian korban meminta cerai kembali kepada pelaku dan pelaku sering mengancam," ujar Kapolres Metro Bekasi Kombes Gidion, Selasa (12/07/2022).

SR mengaku sakit hati dengan ucapan dan permintaan cerai oleh istrinya tersebut. SR lalu membeli air keras di sebuah toko bahan kimia. Setelah membeli air keras tersebut, SR kembali kerumah dan tanpa ragu menyiramkan air keras tersebut kepada SH, anaknya RS (2) dan mertuanya SHA (57).

"SR datang dan mendobrak pintu kemudian langsung masuk ke dalam rumah dan korban terbangun dan pelaku langsung menyiramkan air keras yang dibawa oleh pelaku ke tubuh para korban dan korban langsung berteriak kemudian pelaku melarikan diri," lanjut Kombes Gidion.

Para korban pun mengalami luka yang cukup serius akibat perbuatan SR. Para korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Menurut Kombes Gidion, SR melarikan diri setelah melakukan penyiraman tersebut. Dalam waktu 1 bulan SR melarikan diri dan tak kunjung ditangkap. 

"Pelaku melarikan diri dan bersembunyi di beberapa tempat seperti di rumah kosong, di sawah-sawah dan terakhir di kuburan belakang rumah tetangga kakeknya yang beralamat di Desa Cipayun, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi," jelas Kombes Gidion. (Owi)

Form Komentar
Komentar Anda